fbpx
PERSONAL BRAND

PERSONAL BRAND

Saya termasuk orang yang berkeyakinan bahwa personal brand itu penting. Disaat ada beberapa tokoh entrepreneur yang menganggap sebaliknya, Saya justru kekeuh dengan keyakinan tersebut.

Beberapa yang tidak setuju dengan pentingnya personal brand beranggapan bahwa yang terpenting bagi mereka adalah brand perusahaan, bukan personal. Ada juga diantara mereka menganggap bahwa yang terpenting produk yang ngangenin, bukan personalnya. Itulah alasannya…

Apapun alasannya, Saya tetap berkeyakinan bahwa personal brand itu penting. Sangat penting. Kenapa?

Yuk kita bahas alasan kuatnya…

Pertama, MENAIKKAN KREDIBILITAS & OTORITAS.

Disadari atau tidak…

Orang yang memiliki kredibilitas dan otoritas cenderung lebih didengar ketimbang orang biasa-biasa saja.

Saking pentingnya, Jack Ma sampe-sampe punya quote khusus, bunyinya:

“Ketika kamu miskin, belum sukses, semua kata-kata bijakmu terdengar seperti kentut. Tapi ketika kamu kaya dan sukses, kentutmu terdengar sangat bijak dan menginspirasi”. Hahaha 😅

Perkataan tersebut sejalan dengan cerita Tukul Arwana yang dulu pernah diwawancara sama Mario Teguh salah satu program acaranya:

“Dulu pas Saya gak terkenal, ngomong bener gak ada yang bener. Sekarang pas Saya udah terkenal, ngomong salah aja banyak yang denger”.

Hehehe…
Paham kan maksudnya?

Itulah pentingnya personal brand, menaikkan kredibilitas dan otoritas.

Saya pun turut merasakan…

Dulu pas Saya masih hutang 7,7 miliar, banyak orang yang nyibir dan nyinyir ke Saya, “Halah, bangkrut kok ngajar”.

Tapi pas udah bangkit dan hutangnya lunas, hampir semua orang yang nyibir sekarang malah justru jadi fans. Cieee… Kok tahu? Ya iyalah tahu, wong mereka sering belanja buku-buku Saya. He

Ya, ini bicara terkait kredibilitas.

Siapa yang punya kredibilitas lebih tinggi, dialah yang akan lebih dipercaya. Ngomong pun didenger, karena gak cuma OMDO (omong doang).

Termasuk perihal otoritas (authority).

Siapa yang punya otoritas lebih tinggi, dialah yang akan lebih didengar. Buktinya?

Soal kesehatan, omongan dokter lebih didengar ketimbang omongan montir.

Soal mesin, omongan montir lebih didengar ketimbang omongan pengacara.

Soal hukum, omongan pengacara lebih didengar ketimbang omongan dokter.

…dan seterusnya.

Kenapa begitu?

Karena punya otoritas. Kompetensinya jelas. Personal brandnya pun jelas.

Kedua, MENDATANGKAN FOLLOWERS.

Seseorang dengan personal brand yang kuat akan mendatangkan followers yang banyak. Gak percaya?

Lihatlah artis.

Personal brand mereka rata-rata kuat, buktinya kita kenal mereka. Itulah kenapa, followersnya banyak. Efeknya ya begitu.

Dan pastinya kita tahu…

Makin banyak followersnya, makin banyak marketnya. Itu artinya, makin kuat personal brandnya, makin banyak followersnya, dan makin besar potensi marketnya. Kebayang?

Jangan heran, fenomena endorse artis dan selebgram merajalela di Instagram. Kenapa? Karena mereka memiliki jumlah followers sangat banyak.

“Ih hebat ya dia mah followersnya banyak…”

Jangan iri sama mereka, karena mereka membangun personal brandnya gak sebentar, alias lama. Kalau mau kaya mereka, ya bangun personal brand juga.

“Pantes lah dia mah jualannya laris mulu, wong followersnya banyak…”

Lha kalau followers banyak bisa membuat jualan kita laris mulu, kenapa situ gak punya followers banyak? Dasar tukang komen. Iri. Hasut. Dengki. PLAK!!!

Ketiga, MENINGKATKAN SELF-AWARENESS.

Maksudnya, meningkatkan kesadaran diri orang lain terhadap kita bahwa kita itu ADA. Jangan sampai, mati dan hidupnya kita, benar-benar gak guna. Hidup, gak manfaat. Mati, yowis. Gak ngefek. JLEB!

Teringat perkataan Pak Subiakto Priosoedarsono, Praktisi Branding di Indonesia, beliau pernah bilang: “Personal branding itu penting, agar saat ‘pulang’, ada yang ‘dikenang’…”.

Artinya, jangan sampai kita hidup ini cuma numpang lewat doang. Permisiiiii… Udah weh! Ey. Teu lucu.

Makanya, harus ninggalin jejak.

Dengan personal brand yang kuat, secara tidak disadari akan memudahkan kita dalam meninggalkan jejak di kehidupan.

Ngomong baik, didenger.
Ngajarin, ora

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *